Ada udzur dalam melakukan shalat berjamaah.
Orang yang tidak melakukan sholat berjamaah tidak terhitung melakukan kesalahan. Dengan catatan tetap ada keinginan yang sangat besar untuk melakukan sholat berjamaah. Keinginan inilah yang mendatangkan pahala meskipun dia sholat sendiri.
Contoh udzur:
Hujan, menimbulkan jalan berlumpur atau sangat deras bila tetap dilalui akan menimbulkan kesulitan misalnya pakaian jadi basah, kotor bahkan dapat menyebabkan sakit. Ini dimaklumi. Namun jika tidak ada keinginan untuk sholat berjamaah (malah bersyukur tidak pergi ke masjid untuk sholat berjamaah) maka tidak mendapat pahala seperti orang yang sholat berjamaah.
Perihal hujan ini juga pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW saat beliau melakukan perjalanan perang. Beliau berkata “Jika kalian menginginkan sholat di kamar, maka sholatlah kalian…“
Udara yang sangat dingin: Udara di luar keadaan normal. Misalnya baru bepergian ke suatu tempat dan mendapati udara di tempat tersebut dingin. Namun untuk hal ini parameter diukur oleh masing-masing orang. Dingin di Indonesia tidak sama dengan dingin di jazirah Arab. Dinginnya di Arab dapat menyebabkan sakit. Panasnya pun sangat ekstrim (panas yang dibawa angin).
Kuncinya: Jika hanya menimbulkan susah, harus dilawan.
udhur: Sakit. Rasulullah SAW pernah saakit. Dimintanya Abu Bakar untuk menjadi imam.
Buta . Dikhawatirkan dapat tersesat.
Rasa Takut. Takut karena rumah yang ditinggalkannya dirampok, Khawatir akan digoda dijalanan. Beliau bersabda “ Bila datang seruan adzan datanglah ke masjid untuk sholat berjamaah kecuali ada udzur”. Kemudian ada yang bertanya “apakah udzur tersebut ya Rasulullah?” “itu adalah rasa takut dan sakit”
Makan: TAFSILUN
Dulu Rasulullah dan sahabat makan karena lapar. Bila sholat tetap dilaksanakan dapat mengakibatkan sholat menjadi tidak khusyuk. Apalagi makanan sudah terhidang. Maka sebaiknya adalah makan terlebih dahulu. “Makan malam itu sebelum sholat isya”.
Makan dulu jika, bila dilakukan sholat terlebih dahulu dikhawatirkan makanannya rusak/basi/dicuri hewan.
Menahan akhbatsani= BAK dan BAB,
Tubuh mengeluarkan bau tidak sedap. Bisa dikarenakan karena makanan e.g. jengkol, bawang,/bau badan. Maka perlu dilakukan pembersihan terlbih dahulu.Terjadi udzur bila tidak disengaja. Jika masih ada pilihan makanan lain, saat segera sholat maka lebih baik pilih makanan lain.
Jangan mencari-cari alasan atas kenyataan yang ada.
Tidak mendengar azdan.
Catatan 2 Oktober 2012
Sholat berjamaah Mumayiz tidak sah. Minimal 2 baligh. H.R Abu Dawud “Shalat sseorang bersama orang lain lebih baik daripada sholat sendirian”. Orang yang mengerjakan sholat jamaah di mulai dari duduk tahyiat akhir, tetap dapat keutamaan dari sholat jamaah. Namun bila ia melihat ada orang lain masih ada yang sholat (juga masbuq) lebih baik berjamaah bersama dia.
Tidak boleh ada 2 sholat berjamaah dalam satu masjid. Bila bisa bareng, kenapa bikin jamaah baru?
Bagi imam, sebaiknya dia meringankan sholat (tidak melakukan amalan yang memberatkan, e.g lamanya ruku’ lebih dari 3 tasbih). Cepat sekali juga merepotkan makmum.
H.R Bukhori dan Muslim “kalau kalian mengimani manusia. ,maka peringanlah sholat kalian”
Sholat sahnya jamaah:
1. Terdiri dari imam dan ma’mum
Tidak sahnya sholat dalam berjamaah. Jamaah sah, sholatnya sah dan sholatnya sah, jamaah tidak atau sholatnya dan jamaah tidak sah. Syarat sholat berjamaah untuk makmum:
a. Berniat menjadi makmum. Tidak boleh mendahului gerakan imam.
Mengikuti gerakan jamaah namun tidak berniat berjamaah. Sholatnya sah, tapi jamaahnya tidak sah. Karena hitungannya sholat sendiri. Tetap sah manakala rukun sholatnya tetap dilaksanakan dengan baik (salah satunya membaca al fatihah).
b. Makmum harus mengikuti imam dalam gerakan dan bacaan. Imam dijadikan imam sudapaya diikuti. Dalam Qiyas juga makmum mengikuti gerakan imam.
c. Makmum harus mengetahui gerakan imam. Banyak yang dapat dilakuka untuk mngetahui gerakan imam, misalnya melalui suara yang sampai atau dengan melihat jamaah masbuq. Sholat jamaahnya tidak sah jika suara imam tidak terdengar. Sebaliknya jika masih dalam satu masjid tetap bisa mendengar, maka sholatnya tetap sah. Mendahului imam sebanyak 1 rukun Makruh.
Jika Mendahului imam sebanyak 2 rukun batal.
Shalat terpisah dari imam namun dalam satu ruang tidak sah.
PERTANYAAN:
1. Batasan mempercepat bacaan. Sholat itu ada kategorinya. Ringan dibaca standar. Segala sesuatu karena tidak tahu ilmunya, dimaafkan.
Sholat sunah fajar Qobliyah subuh. Qodho Qobliyah boleh dilakukan di akhir sholat fardhu. Kalo sholat Qobliyah yang tertunda boleh dilakukan setelah sholat subuh, Tapi jangan dilakukan di masjid. Dikhawatirkan dapat menimbulkan fitnah.
Ketinggalan alfatihah. Lihat realitanya, lngsung
Mufaraqoh: memisahan diri dari jamaah.
Boleh dalam melihat imam. Jika dalam niat untuk mnyempurnakan sholat jamaah kita.
Sabtu, 20 Oktober 2012
Jumat, 24 Agustus 2012
Selasa, 14 Agustus 2012
Memorial in KKN
Ramadhan berlangsung.. Banyak sekali cerita yang ingin ku tuliskan.
terutama kisahku dalam menempuh ujian hidup di lokasi KKN.
terutama kisahku dalam menempuh ujian hidup di lokasi KKN.
Dakwah
kita, tidak hanya memerangi orang kafir, tapi juga menjaga agar orang islam
tetap bangga akan agamanya. Kadang, hal ini yang lebih susah, bagaimana
mengajak mereka agar tetap mencintai Islam.
Subhanallah,
ketika silaturahim itu dijalani dengan niatan ikhlas, maka semua akan
mendapatkan kemudahan. Bismillah, aku niatkan untuk tidak main-main di KKN ini.
Murni untuk dakwah.
Bismillah,
optimis semakin terucap. Ternyata tidak semua orang di sini berwatak seperti xxx dan jajaran keluarganya. Ada sosok-sosok orang baik yang menanti kontribusi kami. Semoga menjadi awalan yang baik. Tinggal fokus pada agenda
kemasyarakatannya.Rabu, 27 Juni 2012
Sebuah Karya MahaKarya Roze
Mungkin tidak pernah terpikir dibenakku..
Bahwa suatu saat nanti aku akan memiliki teman yang lebih banyak daripada yang aku bayangkan. Bahkan tidak sekedar menjalin pertemanan. Namun disertai ukhuwah yang begitu hebatnya. Laksana ukhuwah yang telah diajarkan Rasulullah pada para sahabatnya.
dan...
Beginilah caraku..
bagaimana caramu?
video ini telah saya posting di Youtube dengan URL berikut.
http://www.youtube.com/watch?v=7on6liNTMLw&feature=colike
Tulisan ini merupakan surat yang dilayangkan salah satu temanku di milist.
Saya rasa, saya perlu membagikannya pada Anda sekalian.
Assalamu’alaikum
wr wb.
Apa kabar teman? Sudah seberapa banyak rencanamu hari ini? Sudah seberapa banyak pulakah yang terlaksana? Seberapa banyakkah yang akhirnya gagl
dilaksanakan?
Wuiihh..banyak ya temen-temen yang udah abroad…^^^^ keren boo…
Ya, semua pasti bisa jalan-jalan. Karena ikhtiar yang bertubi-tubi hingga peluh keringat mengalir deras dan doa yang berkali-kali terucap hingga bibir terkatup lelah. Iya, iya, pasti ikhtiar dan doa sudah sama-sama
dilakukan.
Terus kenapa aku masih belum bisa menikmati hujan salju?
aq punya cerita menarik tentang kisah seorang teman. Teman sma-ku dulu
yang terkenal dengan tampang premannya. Selayaknya pemuda preman yang
begajulan, dia tampil seadanya dengan kemeja putih sma yang tidak pernah rapi, nongkrong sore di terminal, godain cewek sana-sini, dsb. Ya,
tahu lah…bukan aneh bin ajaib, si temanku itu berhasil menduduki
jabatan sebagai siswa kalangan atas. Dia beberapa kali memenangkan
olimpiade sekolah. Aku lupa, tapi setidak-tidaknya dia mungkin sudah
pernah hingga tingkat propinsi. Maklum, nyombong-nyombong nih, sma 1
xxx itu sma favorit yang prestasinya terkenal hingga nanyang university sekalipun. hehehe....1000x
Kembali ke cerita, setiap
orang-orang disekitarnya- temanku preman yang pinter itu- percaya bahwa si fulan itu memang pinter dari awalnya, emang udah bakat.
Suatu ketika temanku yang bernama lain (sebut saja fulin) menginap di rumah
si fulan. tengah malam, ketika fulin terbangun karena suatu hal
(entahlah), dia mendapati fulan sedang belajar. Buset..kamu ngapain
fulan? Tanya fulin. Jawab fulin, aku lagi baca-baca nih, iseng aja,
abisnya gak bisa tidur. Wow….si fulin nguik-nguik….pikirnya, nih orang
aneh banget, sempet-sempetnya belajar tengah malem gini…oh, pantesan ja nilainya tetep bisa dapat 100 meskipun kalo sore ngegodain orang di
terminal.
>
Ada makna besar yang aku ambil dari cerita
fulin padaku. bahwa memang benar, tidak pernah ada usaha yang tidak
terbalas. Selama ini, orang-orang di sekitar fulan menganggap bahwa
fulan adalah orang yang jenius luar biasa. Karena gak pernah belajar
aja udah pinter. Sementara, dirinya yang sudah belajar sampai jatuh
bangun sekalipun selalu saja dapat nilai pas-pasan. Kok bisa? Yah gak
mungkin bisa. Nyatanya, si fulan tetep aja belajar. Cuman, gak ada yang tahu itu. Yah, mirip kebaikan yang tak terlihat. Tuh kan, mau pinter?
Belajar dunk.
Kalian tahu? Kecerdasan seorang yahudi
itu sudah dipersiapkan sejak bayi yahudi masih dalam kandungan. Ibunya
senantiasa mengerjakan soal matematika untuk membiasakan bayi dalam
>kandungannya menggunakan otaknya. Jadi, kerja otak yahudi sudah dimulai sejak dalam kandungan. Belum lagi ketika sudah memasuki masa
kanak-kanak, seorang anak yahudi hanya boleh makan sayur dan ikan
(tradisi mereka) dan dalam porsi yang seimbang. So, itu factor
pendukung kecerdasan yahudi selain mereka juga senang belajar.
Kalo bayi jawa? Nguik---nguik- ---
Jadi,,,jadi, ,,jadi gak mungkin Allah gak adil. Allah menganugerahkan kepada kita
kesamaan kecerdasan, tetapi pada akhirnya yang membedakan kita semua
adalah usaha yang kita lakukan dengan penuh komitmen.
Aku,kamu,
dan mereka yang sedang mempersiapkan kepergian ke luar negeri,
sama-sama selalu belajar giat. Tapi benarkah sama? Yakin?
>
Siapa tahu waktu belajar sama (2 jam misalnya) tapi ada yang 1 jam ngelamun, ada yang 1 menit ngelamun, dan sebagainya. Itupun ketika kita membaca materi, ada yang membaca dengan penuh kesabaran, ada yang membaca
dengan ikhlas, ada yang membaca karena sangat ingin tahu, ada juga yang membaca karena kepepet, da yang membaca karena beban harus dapat
nilai A, dan sebagainya.
Begitu pun dalam doa, ada
yang ingin meraih sesuatu karena ingin memberikan yang terbaik untuk
orang lain, ada juga yang ingin meraih sesuatu karena ingin menunjukkan eksistensi di depan public dan sebagainya. Wallahualam
Intinya,
apapun yang kita kerjakan antara seorang yang satu dengan lainnya pasti berbeda. Bila kita gagal memperoleh sesuatu, bukan karena takdir
menghendaki demikian, tapi pasti ada yang salah pada apa yang kita
kerjakan.
aq tidak tahu pasti, tapi setidaknya niat itu motivasi tidak tertandingi.
Untuk berkarya, masih terlintang banyak jalan. Nyerah sekarang, rugi di masa depan. Berusaha sekarang, untung di masa depan. Makin banyak belajar, makin tahu apa-apa yang termasuk komponen negative dan positif. Sikap
kebijaksanaan akan mengutamakan komponen-komponen positif tersebut
>sehingga diperoleh sutau karya luar biasa. Yakin deh.
Pphuff…pengalaman berkarya bersama beberapa orang membuat koleksi pengetahuanku semakin bertambah.
Kasus 1.
Sebuah tim terdiri dari beberapa orang yang sangat bersemangat. Pengen pergi ke jepang, misalnya. Akhirnya diputuskan untuk ikut kontes perlombaan
ilmiah, misalnya. Dipilih tema dan berjalanlah kegiatan tulis menulis.
Pada akhirnya, ada yang banyak alasan sehingga tidak sempat memberi
kontribusi banyak dalam penulisan, terlupakan begitu saja. Alih-alih
yang paling parah, ketika diskusi kelompok, ketiga orang ini malah
sedang mengerjakan pekerjaan pribadi masing-masing dan berusaha saling
memberikan kesempatan teman lainnya untuk menulis pendahuluan, tinpus,
dst.
Anehnya, setiap kali 3 orang itu bertemu,
seolah-olah semangat selalu ada. Namun, mungkin sepertinya saling
mengandalkan. Alhasil, gagallah pergi ke jepang.
Aku tahu teman, kenapa hal itu terjadi.
Karena orientasi…!!!!
Orientasi mereka ingin pergi ke jepang, just it, no more. Jadi, sewaktu
mengerjakan paper saling mengandalkan orang lain, husnudzon pada teman
untuk mengerjakan paper. Karena kita sedang merasa sibuk oleh kegiatan
organisasi dan akademik. Sumpe lo???Cuma kamu yang sibuk???
>
Nah, itu loh perasaan selalu paling sibuk sehingga menghambatnya untuk
berkarya. Padahal, kita tahu bahwa kejahatan yang terorganisir akan
mengalahkan kebaikan sekalipun. Andai setiap orang merasa saling
memiliki dan saling ingin berbagi, insya Allah akan menjadi keberkahan
yang luar biasa.
Kasus 2.
Aku
pernah satu tim sama temen-temen yang aku rasa mereka tidak punya
harapan lain ikut kompetisi selain ingin coba-coba. Coba-coba menerapkan ilmu yang diperoleh. Kalau menang, ya syukur Alhamdulillah, kalau
kalah, merasa senang karena telah berusaha mencoba.
Aku pernah merasakan energy ikhlas yang dahsyat itu. Aku pernah merasakannya hingga piala tinggi berada di tangan kami.
Pada kasus 1 dan kasus 2 jelas terdapat perbedaan. Kasus pertama adalah
kelompok yang sssuuuaanngat ingin memperoleh kemenangan. Sementara kasus 2 adalah kelompok yang mengutamakan keihklasan.
Seperti orang
yang sangat ingin punya uang banyak untuk berlibur ke Amerika dan orang yang ingin punya banyak Uang untuk bisa berzakat lebih banyak. Mereka
sama-sama menjadi pengajar. Tapi niat yang membedakan mereka. Memang
tak mustahil dengan mengajar akan pergi ke Amerika. Tapi jadinya tidak
focus mengajar. Dia akan cenderung pilih-pilih job yang menguntungkan.
Capek lah.
Sementara yang ikhlas, belum apa-apa saja
sudah merasa tenang. Ngajar jadi bisa lebih focus. Akhirnya mungkin
karena suatu kondisi, akhirnya dia bisa pergi ke amerika. Kelihatan
menghayal ya???may be. Tapi aku selalu percaya kekuatan keikhlasan.
Ah, teman-teman aku bosan mendengar keluhan tentang kekalahan. Ayo dunk
diiringi dengan perbaikan semangat dan KOMITMEN…..KOMITMEN. katakana
dulu di awal untuk hal-hal yang tidak mungkin disanggupi daripada
memaksakan diri. Tapi tidak pernah memaksakan diri itu adalah sifat
manja. Biasanya kisah hidup anak manja berakhir tragis bukan? Karena
kalau di cerpen-cerpennya bobo, Cuma anak mandiri yang bisa nikah ma
pangeran.
Begitulah.
Wassalamu’alaikum wr wb
## surat ini saya terima dari kaka kelas beberapa tahun yang lalu
## thanks buat kakak yang sudah memberikan nasihat berharganya
Buat temen2 yang mau berprestasi... biar prestasinya kecatet ama malaikat sebagai amalan sholih, nih ada triknya:
1. Ikhlasunniyat harus mengiringi kita mulai dari awal berkarya hingga kesudahannya...
2. Kejar apa yang sudah diazamkan dengan "jiddiyatul 'amal"...
3. Iringi dengan doa dan tawakal...
Masalah hasil mah urusan Allah SWT..
Allah akan memberikan apa2 yang terbaik untuk kita, bukan apa2 yang kita inginkan..
Yakinlah kalo "semua kan indah pada waktunya"..
Nah... Agar waktu indah itu semakin mendekati kita, "planning" harus ttp kita kedepankan..
AYO..AYO.. DITUNGGU PRESTASI TERBAIKNYA...
PRESTASI MELIMPAH... PAHALA MELIMPAH.. INSYA ALLAH...
Mungkin ada benarnya, mari kita renungkan bersama.
Langganan:
Postingan (Atom)