Rabu, 05 Januari 2011

Berminar mengerjakan soal Kimia Fisika ??

1. Hitunglah selisih entropi molar (a). antara air cair dan es pada temperature -5 0C (b). ntara air cair dan uapnya pada temperature 950C dan tekanan 1 atm. Selisih kapasitas kalor berturut-turut pada pelelehan lingkungan, dan sistem total. Dan bahaslah spontanitas transisi pada kedua temperature.
2. Hitunglah fungsi Helholtz pembentukan standar CH3OH (l) pada temperature 298 K dari fungsi Gibbs. Pembentukan standard dan anggaplah bahwa H2 dan O2 adalah gas sempurna.
3. Kapasitas kalor klorofom pada tempeeratur di antara 240 K sampai 330 K
Cp (J/K mol ) = 91,47 + 7.5 x 10-2
Dalam eksperimen khusus, 1 mol CHCl3 dipanaskan dari temperature 273 K menjadi 300 K. Hitunglah perubahan entropi molar sampel.
4. Entropi molar standar NH3 (g) adalah 192,4 J/K mol pada temperature 298 k dan kapasitas kalornya dihitung dengan:
Cp = a + bT+ C/T2
Dengan koefisien dicantumkan pada table 2.16 Hitunglah entropi molar standar pada temperature 100 C dan 500 C
5. Misalkan bahan bakar mesin pembakaran dalam adalah oktan, yang entalpi pembakarannya -5512 kJ /mol dan anggaplah massa gallon bahan bakar 3 kg. Dengan mengabaikan segala bentuk gesekan, berapa ketinggian maksimum yang dicapai oleh mobil yang massanya 1000 kg dengan bahan bakar 1 gallon, jika temperature silinder mesin 2000 C dan temperature keluar 8000 C


Itu dulu yaa... kalo kurang, bisa minta dlagi.

Senin, 03 Januari 2011

LOMBA INOVASI PELAJAR - LIP Tingkat SMA

I. DESKRIPSI UMUM LIP

Bencana alam seringkali merupakan kejadian yang tak dapat dicegah terjadinya. Kondisi bencana, khususnya bencana alam yang tengah menimpa bangsa Indonesia perlu mendapat perhatian khusus dan serius. Permasalahan akibat bencana tidak hanya muncul pada saat bencana itu terjadi, tetapi juga setelahnya. Dalam upaya pemecahan permasalahan akibat bancana, diperlukan berbagai bentuk inovasi guna meminimalkan dampak negatif yang lebih besar.

Pertanian merupakan sektor yang sangat strategis untuk membangun kembali ketahanan bangsa, termasuk untuk membangun kembali ketahanan pasca bencana. Inovasi berbasis pertanian yang fleksibel serta aplikatif untuk dijalankan di daerah bekas bencana akan sangat membantu kondisi pemulihan daerah serta pemulihan korban pasca bencana. Ide-ide inovasi baru yang diusulkan oleh pelajar Indonesia diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi penanganan bencana nasional.

Hal di ataslah yang melatarbelakangi kami untuk mengadakan Lomba Inovasi Pelajar (LIP) yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) yang bekerjasama dengan Forum for Scientific Studies (Forces) Institut Pertanian Bogor. Melalui lomba ini diharapkan para pelajar Indonesia dapat berinovasi di bidang pertanian lahan, perairan & perikanan, peternakan, pertanian hutan memberikan alternatif solusi penanganan bencana nasional.



Tema Perlombaan:

Peran Strategis Inovasi Berbasis Pertanian dalam menanggulangi, atau memperbaiki kondisi pasca bencana di Indonesia.



II. PERSYARATAN DAN PETUNJUK PENULISAN

A. Persyaratan Administratif

1. Terdapat tiga tema utama dengan subtema yang dapat dipilih oleh peserta. Tema dan subtema LIP 2011 adalah sebagai berikut:

a. Peran Strategis Inovasi Berbasis Pertanian dalam menanggulangi, atau memperbaiki kondisi pasca bencana di Indonesia, subtema Pangan:Pangan darurat

b. Peran Strategis Inovasi Berbasis Pertanian dalam menanggulangi, atau memperbaiki kondisi pasca bencana di Indonesia, subtema Kesehatan: Obat alternatif

c. Peran Strategis Inovasi Berbasis Pertanian dalam menanggulangi, atau memperbaiki kondisi pasca bencana di Indonesia, subtema Lingkungan: Pemanfaatan Area pasca bencana dalam sektor pertanian, bioremediasi.

2. Peserta lomba karya ilmiah adalah kelompok siswa / siswi SMA yang masih aktif. Status kesiswaan dibuktikan dengan fotokopi Kartu Tanda Pelajar dan surat keterangan dari kepala sekolah dan disertakan dalam pengiriman.

3. Karya ilmiah ditulis oleh 2-3 siswa yang dipandu oleh seorang guru pembimbing. Setiap sekolah berhak mengirimkan maksimal tiga kelompok untuk mengikuti lomba karya ilmiah.

4. Seorang guru pembimbing juga diperkenankan membimbing lebih dari satu kelompok pengusun karya ilmiah.

5. Karya ilmiah disampul warna merah dan dijilid rapi.

6. Karya ilmiah diserahkan dalam bentuk hardcopy sebanyak tiga (3) rangkap.

7. Pada bagian akhir karya, menyertakan halaman biodata penulis dan guru pembimbing mencakup nama, tempat tanggal lahir, kelas (untuk siswa), alamat dan telepon sekolah, prestasi yang perna diraih (jika ada), dan menyertakan pasfoto ukuran 3x4 (masing-masing 3 lembar) pada saat pengiriman.



B. Persyaratan Penulisan

1. Karya ilmiah belum pernah diterbitkan / dipublikasikan sebelumnya (naskah yang pernah diterbitkan di suatu jurnal dan naskah yang pernah memenangkan suatu lomba penulisan ilmiah tidak berhak lagi diajukan sebagai naskah dalam lomba ini).

2. Sifat dan isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

a. Kreatif dan Objektif

· Tulisan berisi gagasan kreatif yang menawarkan solusi suatu permasalahan yang berkembang di masyarakat.

· Tulisan tidak bersifat emosional dan tidak subjektif

· Tulisan didukung data dan informasi terpercaya

· Bersifat asli (bukan karya jiplakan) dan menjauhi duplikasi.

b. Logis dan Sistematis

· Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan tuntut.

· Pada dasarnya karya tulis ilmiah memuat unsur-unsur identifikasi masalah, pembahasan, kesimpulan dan sedapat mungkin memuat saran-saran.

c. Isi tulisan berdasarkan telaah pustaka

3. Naskah ditulis menggunakan aplikasi pengolahan kata Microsoft Word.

4. Naskah ditulis minimal 15 halaman dan maksimal 20 halaman dari mulai pendahuluan sampai daftar pustaka (sampai lampiran jika ada). Jumlah halaman yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut dapat mengurangi penilaian

5. Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan (EYD), sederhana, jelas, satu kesatuan, mengutamakan istilah yang mudah dimengerti, tidak menggunakan singkatan seperti “tdk”, “tsb”, “yg”, “dgn”, “sbb”, “dll”.

6. Peserta wajib mentransfer biaya registrasi sebesar Rp. 50.000,00 ke BNI CABANG DARMAGA BOGOR a.n. RISKA AYU PURNAMASARI, Nomor Rekening 0132602552 sebelum menyerahkan karyanya ke sekretariat UKM FORCES (Forum for Scientific Studies).

7. Karya ilmiah dikirimkan dalam amplop coklat dengan mencantumkan kode lomba (BIK) di kiri atas dan dikirim ke alamat: Sekretariat FORCES IPB lt. 1 Gedung Student Center (SC) Kampus IPB Drmaga, Bogor, Jawa Barat,16880.

Penerimaan Karya Ilmiah paling lambat 14 Januari 2011 cap pos.

8. Pengumuman bagi yang lolos seleksi akan dilakukan pada tanggal 23 Januari 2011 melalui jaringan telekomunikasi dan blog LIP 2011.

9. Kelompok yang lolos seleksi akan diundang untuk presentasi atau menyajikan tulisannya pada tanggal 29 dan 30 Januari 2011.

10. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi: Panitia Lomba Inovasi Pelajar(LIP) 2011. Cp: Yolanda Sylvia (085710237964) Email : lip2011@ ymail.com



C. SISTEMATIKA PENULISAN

1. Judul

Judul tulisan hendaknya menggambarkan isi pokok tulisan secara ringkas dan jelas. Nama-nama penulis ditulis tepat di bawah judul, disertai dengan alamat sekolah penulis dan guru pembimbing.

2. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan gambaran umum dari observasi awal dan fenomena mengenai topik yang diangkat. Latar belakang, rumusan masalah, tujuan dari karya ilmiah serta manfaat untuk waktu yang akan datang, ditunjukkan di dalam pendahuluan.

3. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka mengemukakan tentang teori-teori yang mendasari pembahasan dan isinya sesuai dengan tema.

4. Pembahasan

Umumnya berisi uraian dan analisis berkaitan dengan masalah yang akan dikemukakan. Pembahasan tentang pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari dugaan ilmiah yang dapat bermanfaat untuk kelanjutan bagi pengetahuan di masa mendatang. Pemecahan masalah yang berhasil dilakukan perbedaan dan persamaan dari hasil pengamatan terhadap informasi yang ditemukan dalam berbagai pustaka perlu mendapatkan cacatan di sini.

5. Simpulan dan Saran

Simpulan merupakan bagian akhir tulisan yang membawa pembaca keluar dari pembahasan. Secara umum simpulan menunjukkan jawaban atas tujuan yang telah dikemukakan dalam pendahuluan. Saran merupakan masukan dari penyusun tentang ulasan karya ilmiah yang telah dibuat. Saran juga dapat merupakan anjuran untuk menindaklanjuti karya ilmiah yang telah dibuat.

6. Daftar Pustaka

Daftar Pustaka ditulis untuk memberi informasi sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan.



Misalnya :

· Penulisan daftar pustaka untuk buku

Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul Buku. Tempat terbit : Penerbit

Wirahadikusumah M. 1989. Biokimia. Bandung : ITB Press.

· Penulisan daftar pustaka untuk jurnal

Nama pengarang. Tahun. Judul Artikel. Nama jurnal Nomor volume : Halaman

Johnson MW. 1987. Parasitization of Liriomyza spp. J Econ Entomol 1987. 80:61.

· Penulisan daftar pustaka untuk lembaga atau organisasi sebagai pengarang

[Organisasi/Lembaga]. Tahun. Judul Buku. Tempat terbit : Penerbit.

[Depdikbud] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia Ed ke-3. Jakarta : Balai Pustaka.

· Artikel tanpa pengarang

[Anonim]. Tahun. Judul Artikel. Tempat penulisan artikel Volume : Halaman

[Anonim]. 1976. Epidemiology for primary health care. Int J Epidemiol 13 : 4-12.

· Penulisan daftar pustaka untuk buku dengan editor

Nama pengarang, editor. Tahun terbit. Judul Buku. Tempat terbit : Penerbit.

Gilman AG & Taylor P, editor. 1990. The Pharmacological Basis of Therapeutics Ed ke-8. New York : Pergamon.

· Penulisan daftar putaka untuk buku terjemahan tanpa editor

Nama pengarang. Tahun terbit. Judul buku. Nama penerjemah, penerjemah. Tempat terbit : penerbit

Lehniger AL. 1982. Dasar-dasar Biokimia Ed ke-2. Thenawidjaja M, penerjemah. Jakarta : Erlangga.

· Artikel dari Publikasi Elektronik (Website)

Nama pengarang. Tahun terbit. Judul artikel. Nama tepat tulisan Volume/Nomor : Halaman. Tipe Media. Tanggal Akses.

Sukadana IM, Santi SR, Juliarti NK. 2008. Aktivitas Antibakteri Senyawa Golongan Triterpenoid dari Biji Pepaya. Jurnal Kimia 1(2):1.http://www. Ejournal. Unud. ac. id/abstrak/j-kim-v1%20.pdf. [15 April 2009].

7. Daftar Riwayat Hidup (biodata atau curriculum vitae) peserta minimal mencakup nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, karya-karya ilmiah yang pernah dibuat, penghargaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih.

8. Lampiran jika diperlukan, seperti: foto/dokumentasi, data dan informasi lainnya yang mendukung isi tulisan.



D. Petunjuk Pengetikan

1. Naskah diketik spasi 1,5 pada kertas berukuran A4 dengan font 12 Times New Roman, jarak pengetikan 4 cm dari samping kiri, 3 cm dari samping kanan, 3 cm dari batas atas, dan 3 cm dari batas bawah.

2. Cara penulisan bab dan subbab tidak menggunakan sistem numeral, artinya tidak ada penomoran bab dan subab.

3. Judul karya ilmiah diketik menggunakan huruf besar (kapital) dengan font style bold (cetak tebal) dengan posisi ditengah tanpa digarisbawahi.

4. Judul bab diketik menggunakan huruf besar (kapital) dengan font style bold(cetak tebal) dengan posisi di tengah tanpa digarisbawahi.

5. Judul subbab ditulis dengan font style bold (cetak tebal), dimulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti preposisi (“di”, “ke”, “dari”, “yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”); dan kata sambung (“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”).

6. Judul anak subbab ditulis dengan font style italic (cetak miring) dimulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti preposisi (“di”, “ke”, “dari”, “yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”); kata sambung (“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”).

7. Alinea baru diketik menjorok ke dalam (diberi indentation) sebanyak 7-8 karakter (sekitar 1,25 cm).

8. Nama-nama penulis beserta alamat sekolah diketik tepat dibawah judul karya ilmiah.

9. Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul, halaman nama/ daftar anggota kelompok, kata pengantar (jika ada), dan daftar isi diberi nomor halaman menggunakan angka romawi kecil di tengah bawah (i,ii,dan seterusnya).

10. Bagian utama (naskah karya ilmiah) diberi nomor halaman menggunakan angka arab yang dimulai dengan nomor halaman 1 (satu) di tengah bawah.

11. Tabel diberi judul dan penomoran sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka arab.

12. Gambar, baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dan penomoran sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka arab.

13. Karya ilmiah tersusun dari halaman judul, halaman nama/daftar anggota kelompok, kata pengantar (jika ada), daftar isi, daftar tabel (bila perlu), daftar gambar (bila perlu), pendahuluan, tinjauan pustaka, pembahasan, simpulan dan saran, daftar pustaka, dan riwayat penyusun (sesuai butir A7). Sistematika dan Format Penulisan Tanpa mengurangi kreativitas dari penulis, naskah hendaknya ditulis dengan sistematika sebagai berikut: diawali dengan Judul, Nama Penulis (termasuk alamat/nama sekolah) lalu diikuti dengan pendahuluan (termasuk latar belakang, tujuan, rumusan masalah, dan manfaat), Tinjauan pustaka, Pembahasan, Simpulan dan Saran, Ucapan terima kasih (bila ada), serta Daftar pustaka.



E. Penilaian Penghargaan

1. Penilaian LIP 2011 bersumber pada dua hal yakni makalah dan presentasi (bagi para finalis).

Ø Proporsi penilaian pada makalah, meliputi : Judul (proporsi 15%), Pendahuluan (proporsi 15%), Tinjauan Pustaka (proporsi 20%), pembahasan (proporsi 35%), Simpulan dan saran (proporsi 10%), dan daftar pustaka (proporsi 5 %).

Ø Proporsi penilaian pada presentasi, meliputi : sistematika penyampaian [pendahuluan, isi, kesimpulan] (proporsi 30%), kebahasaan [bahasa lisan yang baik dan benar, intonasi] (proporsi 25%), penampilan [pakaian, sikap, bahasa tubuh] (5%), interaksi dengan lingkungan [mampu mengambil perhatian penonton] (15%), dan slide (25%)

2. Pokok penilaian karya ilmiah meliputi kesesuaian tulisan dengan tema, kreativitas, kegunaan, dan penulisan.

3. Pokok penilaian presentasi meliputi penyajian dan tanya jawab. Presentasi dilakukan selama 25 menit terdiri dari 15 menit penyajian dan 10 menit tanya jawab.

4. Kelompok yang maju ke tahap final sebanyak 10 kelompok.

5. Kelompok yang menyajikan karyanya dalam bahasa Inggris mendapatkan nilai tambah.

6. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.



Tanggal-tanggal penting:

· Pengumuman finalis : 23 Januari 2011

· Penjurian : 17-22 Januari 2011

· Batas akhir pengumpulan karya: 14 Januari 2011 cap pos



PENGUMUMAN PEMENANG

1. Pengumuman peserta Finalis LIP 2011 yang berjumlah 10 karya makalah akan disampaikan oleh panitia pada hari Jumat, 21 Januari 2011 melalui telepon, sms, maupun email

2. Panitia akan membebaskan Finalis LIP 2011 dari biaya pendaftaran peserta (transportasi peserta finalis ditanggung sendiri).

3. Penyerahan hadiah kepada pemenang LIP 2011 akan diadakan pada hari Minggu, 30 Januari 2011 pada saat penutupan acara Seminar Nasional Gebyar Inovasi Pelajar Indonesia 2011.

4. Hadiah untuk para pemenang adalah sebagai berikut:

a. Juara I : Sertifikat + Rp 2.000.000,00

b. Juara II : Sertifikat + Rp 1.500.000,00

c. Juara III : Sertifikat + Rp 1.000.000,00

d. Harapan I : Sertifikat + Rp 750.000,00

e. Harapan II : Sertifikat + Rp 500.000,00

Lima tim Finalis lainnya akan mendapatkan Sertifikat+hadiah hiburan



TATA CARA PENGIRIMAN KARYA TULIS

1. Karya Tulis peserta di jilid menggunakan sampul kertas Buffalo warna

· merah untuk subtema pangan

· putih untuk subtema kesehatan

· hijau untuk subtema lingkungan

2. Peserta mengirimkan makalah Karya Tulis dalam bentuk hardcopyrangkap 2 (dua) & softcopy dalam CD, diterima oleh Panitia paling lambat pada hari Jum’at, 14 Januari 2011, dikirimkan ke alamat:



Panitia Lomba Inovasi Pelajar (LIP) 2011

UKM FORCES INSTITUT PERTANIAN BOGOR

SEKRETARIAT: STUDENT CENTER Jalan Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680

Website : www.forcesipb.lk.ipb.ac.id, E-mail : lip2011@ ymail.com



dan softcopy Karya Tulis peserta juga harus dikirim melalui E-mail kepada Panitia di: lip2011@ ymail.com

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi: Panitia Lomba Inovasi Pelajar (LIP) 2011. Cp: Yolanda Sylvia (085710237964) Email : lip2011@ymail.com



Format cover karya ilmiah

Semua huruf pada cover karya ilmiah dicetak tebal dan diketik rata tengah

http://gebyarinovasipemudaindonesia.blogspot.com/2010/11/lomba-inovasi-pelajar-lip.html

Jumat, 31 Desember 2010

Laporan Praktikum Kimia Fisika

ENERGI REAKSI KIMIA PADA VOLUME KONSTAN

Tujuan Percobaan
Mempelajari perubahan energy yang menyertai suatu reaksi kimia
Menentukan perubahan energy dalam system (∆U) pembakaran asam bonzoat dan Naftalena
Menentukan panas pembakaran naftalena (q Naftalena)

Pendahuluan
Termodinamika merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara panas dan bentuk energi lain (kerja). Termodinamika sangat penting dalam kimia, sebab dengan menggunakan termodinamika kita dapat menduga apakah suatu reaksi akan berlangsung atau tidak, dan apabila reaksi itu berlangsung, dapat dicari kondisi yang bagaimana yang dapat memaksimalkan produk. Tetapi, kita tidak dapat mengetahui kecepatan reaksi yang berlangsung. Termodinamika mempelajari hubungan bermacam-macam bentuk tenaga dalam suatu sistem. Tenaga dari sistem adalah jumlah tenaga potensial dan tenaga kinetiknya. Untuk menghitung besar perubahan energi yang terjadi pada sistem akibat pembakaran senyawa seperti naftalena dan benzoat, digunakan sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia, yaitu kalorimeter bom. Proses dilakukan dalam suatu sistem terisolasi (tidak ada perpindahan materi maupun energi dengan lingkungan di luar kalorimeter).

Dasar Teori
Energi dalam (E) atau U adalah total energi kinetik (Ek) dan energi potensial (Ep) yang ada di dalam sistem. Oleh karena itu energi dalam bisa dirumuskan dengan persamaan
E = Ek + Ep
Namun karena besar energi kinetik dan energi potensial pada sebuah sistem tidak dapat diukur, maka besar energi dalam sebuah sistem juga tidak dapat ditentukan, yang dapat ditentukan adalah besar perubahan energi dalam suatu sistem. Energi dalam sistem tidak tergantung pada jalannya proses, besaran ini hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir. (Bird :1987)
Hukum pertama termodinamika tentang konsep kekekalan energy secara matematis dituliskan ∆U = Q + w. Persamaan tersebut memperlihatkan bahwa energy dalan ∆U sistem hanya berubah jika ada kerja w atau kalor yang menyertainya.
Kalor biasanya dilambangkan dengan q atau Q, merupakan salah satu bentuk energi yang dapat dipertukarkan oleh sistem dan lingkungan karena adanya perbedaan suhu. Q bernilai positif apabila system menerima kalor dari lingkungan. Sebaliknya, Q bernilai negatif apabila sistem melepaskan kalor ke lingkungan.






Perubahan kalor sistem yang terjadi menandakan bahwa perubahan kalor bergantung pada jalannya sistem sehingga kalor bukan fungsi keadaan. Jika sistem tidak mengalami pertukaran kalor, sistem ini disebut sistem adiabatik. (Rohman: 2004 halaman 41).
Kapasitas kalor (C) suatu zat adalah jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sejumlah zat sebesar satu derajat Celcius.(Chang: 2004)

Pada sistem dengan volum konstan (∆V= 0), sistem tidak melakukan kerja, sehingga perubahan energy dalam sistem hanya dipengaruhi kalor. Secara matematis, ditulis ∆U= Qv. Reaksi pembakaran yang terjadi dalam calorimeter bom merupakan contoh sistem kimia dengan volume konstan.
Kalorimeter bom merupakan kalorimeter yang khusus digunakan untuk menentukan kalor dari reaksi-reaksi pembakaran. Kalorimeter ini terdiri dari tabung baja tebal dengan tutup kedap udara, serta diisi dengan gas oksigen pada tekanan tinggi. Zat ditempatkan dalam cawan platin. Sebuah kumparan nikel yang diketahui massanya ditempatkan juga pada cawan platina sehingga menempel pada zat yang akan diuji.. Kalorimeter kemudian ditutup dan tutupnya dikencangkan. Setelah itu bom diisi O2 hingga tekanannya mencapai 25 atm kemudian bom dimasukkan ke dalam calorimeter yang diisi sejumlah air. Setelah semuanya tersusun, sejumlah aliran listrik dialirkan ke kawat nikel dan setelah terjadi pembakaran, tampak perubahan kenaikan suhu. Reaksi pembakaran yang terjadi di dalam bom, akan menghasilkan kalor dan diserap oleh air dan bom. Dalam sistem tertutup pada calorimeter bom, tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan. (Bird :1987)



Asam benzoat yang dikenal juga sebagai asam benzena karboksilat dengan rumus kimia C5H6COOH dan ada bermacam-macam proses dalam pembuatan asam benzoat. Secara umum pengertian asam benzoat adalah Asam Benzoat teknis, yaitu kristal putih sampai kekuning-kuningan, halus, ringan, tidak berbau, bagian terbesar terdiri dari Asam benzoat (C6H5COOH). Panas pembakaran asam benzoate setiap 1 gram adalah – 6318 kal/gram http://etd.eprints.ums.ac.id/9071/1/D500000038.pdf/ 29 Desember 2010/17:55
Asam benzoate



Naftalena adalah salah satu komponen yang termasuk benzena aromatik
hidrokarbon, tetapi tidak termasuk polisiklik. Naftalena memiliki kemiripan sifat yang
memungkinkannya menjadi aditif bensin untuk meningkatkan angka oktan. Sifat-sifat
tersebut antara lain: sifat pembakaran yang baik, mudah menguap sehingga tidak
meninggalkan getah padat pada bagian-bagian mesin.(http://www.chemeng.ui.ac.id/~wulan/Materi/port/BAHAN%20CAIR.PDF / 29 Desember 2010/ 12.15)
Naftalena


Alat dan Bahan
Alat
Kalorimeter bom 1 set
Multimeter
Stopwatch
Alat pembuat pellet
Thermometer
Sendok sungu
Gelas arloji
Gelas beker 500 mL
Penggaris
Gunting
Bahan
Gas Oksigen
Naftalena
Asam benzoate
Kawat nikel

Cara Kerja
Penentuan kapasitas panas calorimeter (C)















Hasil Pengamatan
Penentuan kapasitas panas calorimeter (C)
Massa asam benzoate : 0,978 gram
T1¬ : 28,96 0C
T2 : 32,62 0C
Panjang kawat terbakar : 2,3 cm
Cv = -1657,4712 kal/0C
∆U = -6066,308 kal
Penentuan kalor pembakaran naftalena (Qnaftalena)
Massa asam naftalena : 1 gram
T1 : 28,64 0C
T2 : 34,52 0C
Panjang kawat terbakar : 3,5 cm
Qnaftalena = -9753,9219 kal
∆U = -9745,8719 kal


Pembahasan
Percobaan yang berjudul Energi reaksi kimia pada volume konstan ini bertujuan untuk mempelajari perubahan energi yang menyertai suatu reaksi kimia, menentukan perubahan energi dalam sistem (∆U) pembakaran asam bonzoat dan Naftalena, serta menentukan panas pembakaran naftalena (Q Naftalena).
Prinsip calorimeter bom yaitu bekerja pada Sistem terisolasi, dimana tidak ada perpindahan baik energi maupun massa.
Tujuan penggunaan air yang diletakkan dalam calorimeter yaitu untuk menstabilkan suhu dalam sistem sehingga panas dalam sistem tertutup ini merata pada semua sisi calorimeter. Selain itu, air merupakan cairan penghantar listeik yang baik.
Asam benzoat atau naftalena yang telah diikat dengan kawat nikel yang telah diketahui panjangnya dimasukkan ke dalam bom. Lalu ditutup rapat dan diberi gas O2. Penambahan gas O2 ini bertujuan agar terjadi reaksi pembakaran Persamaan reaksi untuk pembakaran 1 mol asam benzoate adalah sebagai berikut.
C6H5COOH(s) + 15/2 O2 (g)  7 CO2(g) + 3 H2O(g)
Dan pada naftalena sebagai berikut.
C10H8 (s) + 12 O2 (g)  10 CO2 (g) + 4 H2O(g)
Tujuan menekan sakelar selama 3 detik yaitu agar arus benar-benar sampai mengalir ke sistem. Jika terlalu cepat, dikhawatirkan arus tidak sampai ke sistem. Ketika arus sampai ke sistem, antara arus + (positif) dan – (negative) bertemu akibat arus pendek. Sehingga terjadilah peristiwa pembakaran asam benzoate atau naftalena.
Setelah bom dikeluarkan, kawat nikel pada pembakaran asam benzoat terbakar sepanjang 2,3 cm dan dari perhitungan, diperlehkan nilai Cv sebesar -1657,4612 kal/0C. dan ∆U sebesar - 6066,308 kal. ∆U bernilai negative menyatakan bahwa reaksi bersifat eksotermis (energy dalam turun). Begitu pula dengan proses pembakaran naftalena, kawat yang terbakar sepanjang 3,5 cm dan setelah dilakukan perhitungan, diperoleh nilai Q naftalena sebesar -9753,9219 kal. Perubahan energy dalam pun bernilai negative, yaitu – 9745,8719 kal.
Dari percobaan ini, dapat dikatakan bahwa baik pembakaran benzoat maupun pembakaran naftalena merupakan reaksi eksotermis,

Kesimpulan
Perubahan energy yang menyertai suatu reaksi kimia dipengaruhi oleh kerja w dan kalor yang menyertainya Q.
Besar nilai perubahan energy dalam sistem pembakaran asam benzoate adalah (∆U) = -6066,308 kal
Besar nilai peubahan energy dalam sistem pembakaran naftalena adalah ∆U
= -9745,8719 kal
Panas pembakaran naftalena adalah Qnaftalena = - 9753,9219 kal









Daftar Pustaka
Bird, Tony. 1987. Kimia Fisik Untuk Universitas. Jakarta: Gramedia.
Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Edisi Ketiga Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Rohman, ijang. 2004. Common textbook Kimia Fisika I. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia
Sukardjo. 1989. Kimia Fisika. Jakarta: Bina Aksara.
http://etd.eprints.ums.ac.id/9071/1/D500000038.pdf/ 29 Desember 2010/17:55
(http://www.chemeng.ui.ac.id/Materi/port/BAHAN%20CAIR.PDF / 29 Desember 2010/ 12.15)




LAMPIRAN
Perhitungan
Benzoat
Panas pembakaran asam Benzoat (Qasam benzoate) total = 0,961 gram x -6318 kal/gram = -6071,598 kal
Panas pembakaran kawat nikel (Qnikel) = 2,3 cm x 2,3 kal/cm = 5,29 kal
Panas pembakaran sistem pada volume konstan (Qv)
(Qv) = (Qasam benzoate) + (Qnikel)
(Qv) = -6071,598 kal + 5,29 kal = -6066,308 kal
Kapasitas panas calorimeter pada volume konstan :
CV . ∆T = Qbenzoat + Q nike
Cv . 3,66 = -6071,598 kal + 5,29 kal
Cv = -1657,4612 kal/0C
Perubahan energi dalam sistem (∆U) pembakaran asam benzoate:
(∆U) = (Qv)
(∆U) = -6066,308 kal

Naftalena
Panas pembakaran sistem pada volume konstan (Qv)
(Qv) = Cv . ∆T
(Qv) = -1657,4612 kal/0C x 5,88 0C = -9745,8719 kal
Panas pembakaran kawat nikel (Qnikel) = 3,5 cm x 2,3 kal/cm = 8,05 kal
Panas pembakaran naftalena (Qnaftalena) total:
(Qv) = (Qnaftalena) + (Qnikel)
(Qnaftalena) = (Qv) \- (Qnikel)
(Qnaftalena) = -9745,8719 kal – 8,05 kal = - 9753,9219 kal
Perubahan energi dalam sistem (∆U) pembakaran naftalena:
∆U = (Qv)
∆U = - 9745,8719 kal

Gambar Alat
Multimeter

Rabu, 15 Desember 2010

Mengapa Titik Didih Air Lebih Besar Daripada Asam Florida?

Kekuatan ikatan hidrogen dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atom-atom dalam molekul.. Ikatan hidrogen mempengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin kuatnya ikatan Hidrogen yang terbentuk menyebabkan semakin tinggi kenaikan titik didih.
Namun, khusus pada air (H2O), titik didihnya lebih besar daripada titik didih HF, padahal jika diurutkan berdasarkan tingkat keelektronegativitasnya, HF memiliki elektonegatifitas lebih besar dan HF lebih polar dari pada H2O.
Hal ini dikarenakan pada molekul air, memiliki 2 (dua) pasangan elektron bebas, sehingga terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. Tiap molekul air dapat berpotensi membentuk empat ikatan hidrogen dengan molekul air di sekelilingnya. Terdapat jumlah hidrogen + yang pasti dan terdapat pasangan mandiri.
Pasangan mandiri pada tingkat-2 memiliki elektron yang dikandungnya pada volume ruang yang relatif kecil yang mana memiliki densitas yang tinggi muatan negatif. Pasangan mandiri pada tingkat yang lebih tinggi lebih tersebar dan tidak terlalu atraktif pada sesuatu yang positif.




Gambar 1. Ikatan hidrogen yang terjadi antar molekul air, muatan parsial positif berasal dari atom H yang berasal dari salah satu molekul air
Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida (HF). Ikatan hydrogen ini merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain yang mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang sama.

Senin, 22 November 2010

Acara TV yang menarik? so Pastee

Assalamu'alaikum ya Sobatku...!

Selamat siang..
Ada kabar baik nih, nanti sore ada tayangan disksi Live Asisten Deputi pemberdayaan UKM Kementrian Ristek RI dengan koordinator wilayah Jateng dan DIY Dept. Comdev MITI-Mahasiswa dengan tema: Kreatifitas dan inovasi pemuda dalam bidang IPTEK.

Acara ini akan ditayangkan di Metro TV pada Hari Senin, 22 November 2010 pada pukul 15.30-16.00 wib.

jangan sampai ketinggalan ya... Bakal rugi kalo nggak ikutan nonton!